Makalah Kebijakan Moneter ( Bank Indonesia )
Semester : IV (Empat)
Dibuat oleh :
- Nama : Fani Eriani
- Kelas : 2KA33
- NPM : 12110595
Dosen : Edy Nursanta
Kebijakan Moneter
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang.
Kebijakan Moneter yang dilakukan di Indonesia berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Kebijakan Moneter lebih efektif dibandingkan kebijakan fiskal dalam upaya mencapai keseimbangan dan stabilitas mikro ekonomi untuk system tukar bebas dan perfect capital mobility. Kebijakan moneter lebih berperan dalam menstimulasi pemulihan ekonomi. Di sisi perekonomian global, Bank Indonesia memandang bahwa proses pemulihan ekonomi global masih terus berlanjut.
Pemulihan tersebut bahkan dirasakan semakin kuat dan merata terjadi di berbagai negara dan sektor ekonomi. Motor penggerak perekonomian dunia untuk dapat terus bertumbuh ditengah krisis adalah perekonomian di kawasan Asia, seperti China, Korea, dan India. Dampak positif membaiknya kinerja ekonomi negar - negara tersebut dirasakan oleh negara lain dikawasan, termasuk Indonesia, melalui meningkatnya permintaan barang - barang ekspor. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik selama tahun 2009 juga terkonfirmasi oleh hasil asesmen perekonomian daerah yang dilakukan Bank Indonesia.
B. Rumusan masalah
1. Pengertian dari Kebijakan Moneter
2. Instrumen dalam Kebijakan Moneter
3. Bentuk – bentuk Kebijakan Moneter
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian dari Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah suatu proses yang bertujuan untuk mengendalikan keadaan ekonomi makro, dengan menjaga kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan. Kebijakan moneter dapat melibatkan menggeser standar bunga pinjaman. “Margin Requirement” kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negoisasi dengan pemerintah lain.
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1) Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar.
2) Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).
1.2 Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang - kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati - hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
1.3 Bentuk – bentuk Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter seperti telah berulang kali dinyatakan sebelum ini, adalah kebijakan pemerintah dalam mengatur penawaran uang dan tingkat bunga. Kebijakan ini dilaksanakan oleh bank sentral. Kebijakan moneter dibedakan kepada kebijakan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Dalam bagian ini akan diterangkan bentuk - bentuk kebijakan tersebut. Kebijakan moneter kuantitaif merupakan suatu kebijakan umum yang bertujuan untuk mmpengaruhi jumlah penawaran uang dan tingkat bunga dalam perekonomian. Kebijakan moneter kualitatif tersebut bersifat melakukan kebijakan terpilih ke atas beberapa aspek dari masalah moneter yang dihadapi pemerintah.
A. Kebijakan Moneter Kuantitatif
Kebijakan moneter yang bersifat kuantitatif dapat dibedakan dalam tindakan, yaitu:
1) Melakukan jual beli surat - surat berharga di dalam pasar surat - surat berharga tersebut. Langkah ini dinamakan Operasi Pasar Terbuka.
2) Membuat perubahan ke atas tingkat diskonto dan tingkat bunga yang harus dibayar oleh bank - bank umum.
3) Membuat perubahan ke atas tingkat cadangan minimum yang harus disimpan oleh bank - bank umum.
B. Kebijakan Moneter Kualitatif
Kebijakan moneter yang bersifat kualitatif biasanya dibedakan dalam tindakan, yaitu:
1) Pengawasan pinjaman secara selektif, yaitu menentukan jenis - jenis pinjaman mana yang harus dikurangi atau digalakkan.
2) Pembujukan moral, yaitu bank sentral mengadakan pertemuan langsung dengan pimpinan - pimpinan bank umum untuk meminta bank - bank umum melakukan langkah - langkah tertentu.
BAB III
PENUTUP
C. Kesimpulan
1. Pengertian Kebijakan Moneter yaitu suatu proses yang bertujuan untuk mengendalikan keadaan ekonomi makro dengan menjaga kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
2. Instrumen – instrumen yang dilakukan oleh Kebijakan Moneter :
a. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
b. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
c. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
d. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Sudah tiba masanya untuk menganalisis peranan kebijakan moneter untuk mengendalikan kegiatan ekonomi kearah yang dikehendaki, yaitu mencapai kegiatan ekonomi yang tinggi ( dan tingkat pengangguran ) tanpa inflasi. Kebijakan moneter merupakan salah satu langkah yang penting yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah - masalah makro ekonomi yang dihadapi. Perubahan - perubahan dalam perekonomian tanpa ada akhirnya menyebabkan perubahan dalam pendapatan nasional dan penggunaan tenaga kerja. Rangkaian perubahan – perubahan yang berlaku itu dinamakan mekanisme transmisi.
No comments:
Post a Comment